Waktu mulai sore, seperti biasa Tan berdiri di depan halaman rumahnya yang nan mewah. Entah firasat apa yang ada dibenaknya sehingga ia bergegas pergi ke rumah temannya Wil. Kisaran 500 meter jarak antara rumah Tan dan Wils ini sehingga ia berjalan kaki sendirian, namun dalam perjalanan Tan melihat seorang gadis yang cantik, seksi, berpakyan rapi, menggunakan make up. ” sebelumnya aku tak pernah melihat gadis itu, dari mana ia berasal?” kata Tan dalam hatinya. Ketika ia hendak menyapa, namun gadis itu memulainya menyapa.

“Hay, apa aku salah orang ya”. Tanya gadis itu dengan suara yang sangat merdu.

Namun siapa sangka, Tan menoleh kiri dan kanan tapi tak ada orang. “Hay apa yang membuatmu berdiri disini dengan sendirian?” Tan mulai bercakap dengan hati sedikit gugup.

“Apa benar kamu Tan?” gadis itu bertanya.

Iya, benar. Mengapa kamu mengenal namaku? Padahal aku belum mengenalmu sebelumnya. Atau mungkin kamu salah orang?” jawab Tan dengan kebingungan.

“Kenalkan, nama saya Rini. Saya anak pak Tarjo. Saya baru kemarin nyampe kampung”.

Oh kamu anak pak Tarjo? Oh iya maaf aku tidak tahu soal itu.

Sementar gadis itu dengan Tan becakap, Wils menghampiri dan bingung mengapa mereka berdua seketika langsung diam.

“Hey, ada apa? Mengapa seketika langsung diam?” Wil mulai bercakap dengan Tan dan gadis itu

“Mengapa kamu sok akrab begitu? Tan mulai bisik dengan Wil.

“Siapa yang sok akrab. Toh aku sudah mengelnya 10 tahun silam. Dia ini anaknya pak Tarjo, Dia baru saja lulus” sambung Wil.

Tan terkenal sosok pria yang sangat dikagumi oleh warga sekitarnya, bagaimana tidak kagum, Tan adalah orang yang sangat mapan, dia rukun membantu orang tuanya. Waktu menujukan pukul 17.30, Gadis itu pamit pulang kerumahnya, namun Tan dan Wil masih saja nongkrong ditengah jalan. Usut punya usut, Tan merasa tertarik dengan gadis itu dan ingin menjadikannya sebagai pendamping hidup.

“Tan sebaiknya kalau kamu menginginkanya, kamu harus segera melamarnya. Dia orang yang cantik, cocok sekali jika pendampingmu adalah Dia”ujar Wil

Tapi,

Hei, stop! Mau sampai kapan kamu sendirian terus. Wil memotong pembicaraan Tan.

Ayo kita mampir dulu di rumah, nanti baru kita cakap lagi mengenai gadis itu. Perutku uda mulai mengamok ( lapar).

Ma, apa makanannya uda siap?tanya Wil dari ruangan tamu

Uda nak! Ayo ajak Tan, kami uda menyediakan makanan lezat.

Ting..ting..ting. bunyi hp itu dari kantong celana Wil

Hallo, selamat malam? Maaf jika boleh tau ini dengan siapa?

Oh Rini. Kenapa Rin?

Oh iya dia sedang bersamaku, kami sementara mau makan malam. Oh iya nanti saya sampaikan.

Waow. Emang jodoh tidak kemana-mana. Baru aja si brengsek ini memikirkannya, eh malah dipikir pula si brengsek ini” canda Wil kepada Tan.

Kalian ini bahas apa? Kaya orang bisnis saja. Sambar mamanya Wil

“Tidak tante, kami tidak bicara apa-apa” ujar Tan dengan sedikit malu.

Ma, mama taukan anaknya pak Tarjo yang baru pulang kemarin, Tan menyukainya.

“Tidak apa to? Kalau emang jodoh mau gimana lagi?”.

Makan malam telah usai, waktunya mereka untuk beristrhat. Namun Tan tetap saja membayangin wajah Rini yang cantik itu.

Keesokan harinya Tan pamit untuk pulang ke rumah untuk kembali beraktivitas di kebun milik orangtuanya. Sesampainya di rumah dia sangat kaget, padahal pak Tarjo sudah lama menunggunya.

” Nak, bisa saya minta tolong denganmu? Aq sangat membutuhkanmu” ujar pak Tarjo

” oh iya pak, apa yang hendak saya bantu?”jawab Tan

” bisa kamu temanin Rini ke kota? Dia ada keperluan di kota, paman hari ini sangat sibuk, makanya paman minta tolong sama kamu. Apa bisa Tan? Sambung pak Tarjo.

“Oh iya pak, aku minta izin sama bapak dulu”

“Udah nak, kamu temanin dia saja ke kota, hari ini bapak tidak ke kebun karena sedikit cape. Ujak bapaknya Tan memotong pembicaraan anaknya”

“Oh iya pak, kalau begitu saya mandi dulu. Sebentar saya temanin Dia ke kota”.

Baik nak, terima kasih. Ujar pak Tarjo.

Waktu menujukan pulul 08.30 Tan dan Rinipun berangkat dengan mengendarai sepeda motor yang sudah tua, namun Tan sangat menyayangi motor itu.

Dalam perjalan Tan menanyakan Rini situasi di kota tempat ia kuliah, namun dengan sedikit malu Rini menjawab lebih indah tinggal di kampung ketimbang di kota yang serba uang.

Setiba di kota, Rini bergegas menuju sebuah kantor yang cukup ramai, dan disambut dengan sangat sopan sehingga Tan melihatnya dengan kebingungan.

“Hei, siapa laki-laki itu? Mengapa dia begitu dekat sekali? Apa itu pacarnya?” Suara hati Tan yang mulai bingung.

Ayo Tan, kenapa kamu bengong disitu. Mari ikutlah denganku. Tidak apa-apa”. Ucap Rini

Tanpun bergegas meninggalkan tempat parkiran sepeda motor. Dalam kantor itu terlihat sosok pria yang kumis tebal memutih memanggil Rini

Perempuan Munafik

(Fransiskus Jampur)
Kau memang perempuan yang aku inginkan
Kau perempuan yang ingin aku perjuangkan
Tapi kau perempuan munafik yang aku temukan
Kau campakkan aku dengan cara berbagai cara
Kau ini perempuan macam apa
Banyak yang ibaratkan perempuan dengan bidadari
Tapi kau, aku ibaratkan kau perempuan sialan
Perempuan macam apa yang pantas aku sebut
Kau mulai mengadu dengan kemunafikanmu itu
Apa mesti akan aku balas perbuatan yang konyolmu itu
Oh tidak! Tidak
Aku tidak mau jadi orang bodoh
Aku mau mendidikmu jadi manusia
Bukan jadi binatang jalang
Kini kau bercumbu mesra dengan laki-laki bangsat
Laki-laki yang bermodal uang korupsi dari orang tuanya
Kau lambaikan tanganmu
Namun aku membalas sebuah senyuman yang terpaksa
Dasar perempuan matre
Tidak! Tidak! Tidak
Aku hanya bisa teriak
Kau tak pantas untuk dicintai

Aku bukanlah pelarianmu

Hei mengapa kau brpaling dariku?

Mengapa kau tak mau berkata jujur

Aku bukanlah pelarianmu

Aku bukanlah tempat sandaranmu

Aku hanya bisa lari darimu jika terpaksa dilakukan

Hei aku bukanlah bapakmu yang ingin kau lapor jika ada yang buatmu marah

Aq bukan tempat pelarianmu

Mengapa mesti kau datang kemari

Apa aku tempat persembunyian

Atau mungkin gudang setumpuk manusia yang lari dari menyataan.

Oh sial aku pikir ini berakhir

Hei aku bukan tempat pelarianmu

ranjampur

uisi

Menuntut Ilmu

Jauh ku menyebrangi samudra ini
Jauh ku pergi meninggalkan mereka
Jauh ku melangkah hanya demi harapan
Itu semua untuk menuntut ilmu
Ilmu yang susah di dapati semua orang
Ingin ku kembali kepada keluarga yang tercinta
Namun tuntutan ini belum berakhir
Hanya sebatas rindu yang selalu menghantui pikiran ini
Hanya sebuah harapan yang mereka inginkan dariku
Aku harus menjadi orang yang berguna untuk bangsa ini.

By : Fransiskus Jampur

 

Puisi

Menuntut Ilmu

Jauh ku menyebrangi samudra ini
Jauh ku pergi meninggalkan mereka
Jauh ku melangkah hanya demi harapan
Itu semua untuk menuntut ilmu
Ilmu yang susah di dapati semua orang
Ingin ku kembali kepada keluarga yang tercinta
Namun tuntutan ini belum berakhir
Hanya sebatas rindu yang selalu menghantui pikiran ini
Hanya sebuah harapan yang mereka inginkan dariku
Aku harus menjadi orang yang berguna untuk bangsa ini.

By : Fransiskus Jampur

 

Cerpen dan Puisi

karya : Fransiskus Jampur

Menuntut Ilmu(Puisi)

 

Jauh ku menyebrangi samudra ini
Jauh ku pergi meninggalkan mereka
Jauh ku melangkah hanya demi harapan
Itu semua untuk menuntut ilmu
Ilmu yang susah di dapati semua orang
Ingin ku kembali kepada keluarga yang tercinta
Namun tuntutan ini belum berakhir
Hanya sebatas rindu yang selalu menghantui pikiran ini
Hanya sebuah harapan yang mereka inginkan dariku
Aku harus menjadi orang yang berguna untuk bangsa ini.

By : Fransiskus Jampur

 

 

 

                             DEMI ILMU(ceritaku)

 

Bulan September tahun 2013,saya meninggalkan orang tua.Melangkah kaki yang begitu berat yang aku rasakan namun itu semua demi ilmu.Semua orang yang berada dalam mobil menanyakan kemana saya pergi,tapi saya menjawab merantau dibali.Sesampai di kota kabupaten orang yang mendaftar saya di kampus IKIP BUDI UTOMO tlfn.”Adik jurusan yang kamu inginkan tidak ada,jika kamu mau kamu ambil sejarah sosiolagi saja.

“Maaf kaka,saya bukan lulus dari jurusan IPS” kataku

“hahahha ini bukan lagi SMA adik,kita itu bebas memilih jurusan” kata kakak itu

“iya saya tahu,setidaknya jurusan yang kita inginkan harus ada dasarnya.Jika jurusan Antropologhi itu tidak ada,saya mau ambil jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia”sambungku

Perjalanan yang melelahkan dari kota kabupaten ke Labuan bajo,sehingga saya harus menginap di rumah pamanku di Labuan bajo.Malamnya pamanku memberikan saya nasehat sehingga air mata tak terasa mengalir di pipiku.

“kamu harus kuliah yang baik,jangan samakan mereka yang punya segalanya dibandingkan kita yang memperoleh makanan saja setengah mati.Orang tuamu sangat menduukung dengan keinginan kalian untuk melanjutkan keperguruan tinggi,jadi saya mohon pada kamu,Tolong kuliah yang baik.jangan bikin ayahmu kecewa dengan kamu” .kata pamanku

Keesokan paginya saya berangkat dan menaiki kapal very.di dalam kapal,saya tidak mengenali siapapun.Jadi saya hanya memilih untuk bermain hp.Saya menelpon ibuku dan saya mendengar ada tangisan dari ibuku.Setiap kali telfon pasti ibuku menangis,tapi saya Cuma berkata bahwa” jangan menangis,berdoalah supaya saya selamat sampai tujuan,”namun ibuku tidak mendengarkan aku,dia hanya sedih dengan kepergianku,maka saya memutuskan untuk menon-aktifkan hpku.

Satu malam dua hari lamanya akhirnya kami tiba juga di Pulau Bali,pulau yang sangat indah,sangat bersih,sangat ramai.disinilah kami baru istirahat satu jam lamanya.Tiba-tiba aku mengingat suasana orang rumah,dan saya memutuskan untuk menelfon mereka,Hati yang sangat sedih yang saya dengar dari bapakku,suara yang membuat aku ingin pulang lagi.Namun pemikiran itu tidak mungkin terjadi,saya sudah siap untuk hidup mandiri.tak lama Bus kami melanjutkan perjalanan,sehingga telfo saya tutup.

Hari ketiga dalam perjalan akhirnya kami juga terima di kota pahlawan Yaitu Surabaya.

Kota yang terkenal dengan kota pabrik terbanyak di Indonesia,saya memutuskan untuk menelfon kakak yang mendaftarkan saya “Adik,kamu udah di mana,kenpa nomormu tidak aktif” katanya

“saya sudah di Surabaya,sekarang saya bingung kira-kira bus apa yang saya  naik untuk ke Malang”  tanyaku dengan nada kebingungan.

“Mobil sangat banyak,jadi carilah bus yang jalurnya ke Malang “katanya dengan sedikit nada emosi.

Akhirnya saya melanjutkan perjalanan Surabaya ke Malang

Empat jam lamanya kami berada  di bus,yang pada akhirnya kai sampai juga di kota tujuanku,kota yang penduduknya hampir penuh.Disinilah baru saya merasa bahagia,karena Tuhan telah meberikan jalan kebenaran padaku.Arjosari-Arjuno saya menaiki mikrolet AT.Dala perjalanan hpku Mati,arusnya habis,untungnya pas turun dari angkot mungkin itu Malaikat bagiku,saya pinjam Batrai kakek tua,dan dia memberikan kepadaku,lalu saya menelfon kakak.Tak lama kakak itu datang dan menjemputku.

Terkadang kita tidak punya perinsip Malu bertanya sesat di jalan,malu meminta mati kelaparan.semua kakak senior yang berada di kos itu memberikan pujian padaku,karena dengan keberanian saya,saya dari ruma hingga Malang jalan sendiri.dan itu membuat mereka memberikan pujian yang berlebihan kepada saya.Namu itu semua Tuhan telah merencanakan

 

 

Menulis Esai

                                KURANGNYA MINAT MEMBACA

                                       (Karya Fransiskus Jampur)

 

Membaca merupakan salah satu keterampilan berbahasa.Keterampilan membaca berada di nomor dua setelah keterampilan mendengarkan.Dengan membaca juga sangat membantu seseorang untuk menemukan sesuatu informasih yang belum ia dapat. Membaca ialah kegiatan menyerap informasi yang diperoleh dari bahan visual atau tertulis. Aktivitas ini melibatkan informasi visual (mata, tulisan, cahaya) dan informasi nonvisual (pengetahuan tentang bahasa, pengalaman membaca, dan wawasan tentang materi bacaan).Dalam kegiatan membaca kita perlu perhatikan tanda-tanda baca yang ada.Keterampilan membaca adalah salah satu faktor yang membangun kita untuk berbicara.membaca bisa bersuara nyaring dan bisa juga tanpa bersuara(dalam hati).

Sering kali kita menemukan orang-orang yang mengisi waktu kosongnya dengan berbagai kegiatan yang tidak bermanfaat.Mengisi waktu kosong dengan bepacaran,bermain.Mereka lebih cendrung mengisi waktu kosongnya dengan bercerita yang tak ada isinya.Membuka internet hanya melihat situs yang terlarang,dan sebagainya.Pulang dari kampus kebanyakan orang berjalan-jalan yang tidak tanda arah,malam hanya mengisi dengan makan,nongkrong lalu tidur.Mereka hanya menonton film.Nonton film 12 jampun itu tidak masalah bagi dirinya.Mereka tak pikir panjang.Kebanyakan orang mengabaikan perpustakaan yang di sediakan lembaga,bahkan ada teman kita yang menyediakan taman baca tapi diabaikan begitu saja.

Perlu kita ketahui bersama bahwa ilmu yang kita perboleh adalah berasal dari buku,internet.Mengapa kita hanya ingin pengetahuan itu harus disampaikan oleh guru ataupun dosen?.Begitu banyak tempat baca yang disediakan,baik pemerinta,lembaga dan bahkan ada mahasiswa yang rela untuk mengumpulkan buku demi kemajuan pengetahuan,wawasan kita,mengapa kita hanya mengabaikan itu semua?.Di internet banyak materi yang,tetapi minim sekali yang baca.Jika kita ingin bersaing dengan orang yang aktif dalam berbagai bidang,maka yang perlu kita lakukan adalah membaca.Di Indonesia ini banyak yang datang dari luar negeri,mereka belajar bahasa indonesia,dan bahkan mereka lebih fase menggunakan bahasa indonesia di bandingkan kita sendiri yang berada di Indonesia ini.Orang barat banyak menemukan teori-teori karena dengan membaca,kita orang Indonesia kebanyakan menerjemah bahasa mereka ke bahasa indonesia.Orang yang biasa menjadi Moderator,MC,dan sebagainya dalam pertemuan penting.mereka lebih banyak membaca ketimbang mengisi waktu kosong dengan nongkrong.Jika karena uang untuk browsing,masih banyak perpustakaan,taman baca.Mengapa orang lain bisa,kenapa kita tidak bisa.Modal utama kita ketika menjadi guru adalah keterampilan berbicara,keterampilan berbicara ini biasanya berdasarkan apa yang kita pelajari,baik dari internet maupun dari buku.Jika anda ingin sesuatu bacalah buku,lihatlah materi di google,kurangi facebook untuk posthing yang tidak bermanfaat.Dengan adanya Perpustakaan,cobalah untuk mengisi waktumu dengan membaca buku,Terserah kamu,buku apa yang ingin kamu baca yang penting itu sangat membantu kamu.Dan jika kamu ingin di bantu,maka carilah orang yang kamu anggap bisa membantu,jika ada salah satu guru,teman menyampaikan materi yang kamu anggap salah,maka kamu bisa menyanggah,yang terpenting kamu bisa bertanggung jawab.